Posted by: sufimatre on: April 2, 2009

Siapa Calon Presiden pilihan anda?
Bagi saya,
Megawati, jelas bukan pilihan.. selain banyak dikelilingi orang-orang yang gak jelas, Mega sendiri tidak jelas ideologi dan perjuangannya, 3 Tahun masa pemerintahannya nyaris tidak meninggalkan jejak indah kecuali penjualan dan obral besar2an aset negara…
SBY, cukup simpatik, cukup berhasil, tapi kurang berani mengambil resiko. Pemimpin model SBY ideal untuk sebuah negara yang sudah mapan dengan kultur civil society yang kuat dan dominan. Untuk RI yang sedang sakit dan sering dikhianati, SBY kurang memberikan harapan. Terlalu lamban, mungkin perubahannya akan dirasakan dalam 10-15 Tahun kedepan…
Gus Dur, disamping keterbatasan fisik, secara de facto dukungan real elit sudah pudar seiring munculnya generasi muda yang lebih energik dan membawa harapan baru. Era Gus Dur sudah berlalu, meskipun pemikirannya masih akan banyak didengar…
Amin Rais, hampir mirip denan Gus Dur, era Amin Rais sudah berakhir. Pak Amin lebih cocok jadi tokoh penyeimbang ditengah tarik menarik banyak kepentingan. Pengaruhnya masih cukup besar, terutama di PAN dan Muhamadiyah, jadi pemikiran Pak Amin masih diperhitungkan. Tapi tidak untuk jadi Presiden…
Wiranto, Tokoh Orba yang nyaris tidak memberikan alternatif harapan. Hanura hanya akan jadi partai menengah yang akan punya suara cukup, tapi tidak akan cukup untuk mendorong dia maju ke bursa Capres. Bye bye Jenderal!
JK, alias Jusuf Kalla dengan kendaraan Golkar-nya cukup punya tenaga. Sayang Visi JK kalah jauh dengan kompetitor lainnya. Kultur Golkar yang belum berubah, sulit mengandalkan harapan perubahan kepadanya. Suara Golkar akan cukup terkoreksi banyak oleh menggelembungnya Demokrat, dan tergerus juga oleh kehadiran Hanura dan Gerindra. JK kemungkinan kembali hanya akan maju sebagai calon wakil presiden…
Sultan Hamengkubuono X, hanya cocok jadi Wakil Presiden. Lemahnya dukungan partai dan masa pendukung yang terkonsentrasi di Jawa (Jogja) tidak cukup untuk modal maju di pilpres. Belum terbayang siapa dan dari partai apa yang akan melamar Sultan, kemungkinan terbesar sih dari PDIP.
Tokoh PKS, kenapa saya tidak sebut nama, karena PKS tidak punya tokoh dominan, siapapun bisa maju. Dua tokoh populer saat ini Hidyat Nur Wahid dan Tifatul Sembiring punya kans yang sama besar. Hidayat diuntungkan dengan popularitas yang lebih dan track record yang mulus. Sementara Tifatul punya pembawaan dan karakter yang lebih ‘keras’ dan ‘muda’ Sangat cocok untuk menutupi kelemahan PKS yang terlalu ’santun’… Kans tokoh PKS ini sangat mungkin menjadi mitra dan rekan koalisi yang sangat serius dan diminati banyak pihak. Prediksi saya PKS akan masuk partai dengan perolehan suara 3 besar setelah PDIP dan Golkar..
Rizal Ramli, Sutiyoso dan Tokoh2 lain, hanya akan jadi penggembira. Mereka tidak cukup punya modal. Rizal bagus di Visi tapi tak punya dukungan real dan kendaraan politik. Sutiyoso lebih tragis, dia hanya mengandalkan sweet memories saat menjabat Gubernur DKI, akses ke partai lemah, visi nyaris tak terdengar..
Prabowo Subianto, kuda hitam. Jenderal terbuang, tokoh kontroversi, banyak musuh juga banyak kawan. Mendengar namanya pertama kali sekitar awal 90-an, sebagai prajurit briliant. Orang elit militer dan masuk klan Suharto menjadikannya mudah menapak dan dikenali. Namanya tenggelam seiring hancurnya rezim… namun yang unik, Prabowo menjadi tokoh yang disingkirkan dua kekuatan sekaligus. Golongan pro reformasi menjadikannya tokoh antagonis pelaku penculikan aktifis, sedangkan tokoh Orba anti reformasi (termasuk keluarga Soeharto sendiri) menjadikannya tokoh antagonis sebagai pelaku makar dan perencana kudeta. Prabowo terbuang.
Kini dia kembali dengan semangat yang jauh lebih militan dari kompetitor manapun. Luka yang dalam selama masa pengasingan memberinya banyak waktu untuk mengumpulkan energi dan membuat strategi. Dia datang dengan visi yang segar dan ‘rada’ sosialis. Dengan bantuan ‘kapital’ besar, telah mampu memikat hati banyak media dan masyarakat. Beberapa Polling menempatkan namanya masuk empat besar jauh mengalahkan Wiranto sebagai seteru utamanya.
Sebagai satu-satunya Tokoh Orba yang di tolak masuk Amerika Serikat pasca reformasi, Prabowo punya modal besar untuk menjadi satu-satunya pemimpin RI (pasca Bung Karno) yang bisa mengambil posisi vis a vis dengan Amerika. Prabowo bisa menjadi model Hugo Chavez untuk wilayah Asia, dia adalah tokoh yang paling mungkin mengambil peran Soekarno dibanding Megawati sendiri.
Posisinya yang kontroversi memberinya nilai minus. Kehadiran Prabowo diakui atau tidak akan membawa ketidakseimbangan di tubuh Militer RI, dia akan kesulitan mengambil dukungan dari kelompok Status Quo, dan jika Amerika tidak berkehendak dengan kehadirannya, Prabowo juga harus melawan sang invisible hand.
Saya punya mimpi… Indonesia akan punya citra baru, bermartabat, punya sikap yang jelas ditengah2 dunia yang munafik jika:
Prabowo presidennya dan dari PKS wakilnya…
Yang paling kebakaran jenggot tentu saja Gedung Putih dan antek-anteknya diseluruh dunia.
Selamat datang Jenderal!
Nama2 diatas dikenal dimasyarakat untuk Balon Capresnya periode 2009-2114 adalah sementara.
Partainya pada sibuk memikirkan Capres sedangkan yang dibidik sekarang seharusnya adalah CAD.
“Menanam Padi Rumbut akan Terbawa” Mendapatkan banyak Anggota Dewan Presidenpun akan didapat.
keren…,setuju mas, kayaknya saat ini memang kita butuh seorang pemimpin seperti prabowo.
ulasan yang jelas gamblang dan menarik.
bravo calon pemimpin baru untuk indonesia baru.
hehehe … aku pilih lagu TTM nya Maia ajah …. siapa tahu nantinya Maia jadi first lady ……..
memang pak prabowo masih energik, tapi tidak pernah lihat nyonya hadir dalam kempanye, maka itu perlu kita pertanyakan apa da istrinya or not, kalau tidak berarti gagal dalam RT, kalau Rt gagal bagaimana menjadi Leader Indonesia yang banyak ragam etnisnya ini, RT adalah wajah dari leader yang sangat kecil bung
keren analisisnya,,dibuat sebelum nyontreng,,,bisakah jadi kenyataan??
tunggu tanggal mainnya,,
Artikel yang sangat menarik tapi kenapa blog ini sepi postingan? Oia tentang DBS ada dalilnya? Mengapa haram? Apa hanya cukup sebuah argumen? By Santri Bengal
Prabowo jangan disamakan dengan soekarno, masih jauh dilihat dari segi wawasan dan karya ilmiahnya. lebih tepat penilaian sebagai ambisius yang kurang imbang, lihat keinginan dia menjadi pemimpin tapi tak sadar berapa jumlah pengundinya ? perjalanan masih panjang & perlu menabur bakti kebaikan dan bukti yang tulus sebagai negarawan sejati and arif bijaksana.
sa[a aja pimpinannya yang penting tetap INDONESIA
April 2, 2009 pada 5:42 am
objektif, jelas dan lugas
posting yang menarik